Operasi Militer Israel di Rafah, Gantung Nasib Negosiasi Gencatan Senjata

- 17 Mei 2024, 08:17 WIB
Ismail Haniyeh, Pimpinan Hamas sebut desakan Israel terhadap Rafah menggantungkan nasib negosiasi gencatan senjata. Disampaikan pada Rabu malam, 15 Mei 2024.
Ismail Haniyeh, Pimpinan Hamas sebut desakan Israel terhadap Rafah menggantungkan nasib negosiasi gencatan senjata. Disampaikan pada Rabu malam, 15 Mei 2024. /Anadolu/

PRIANGANTIMURNEWS - Operasi militer Israel di Kota Rafah dan Perbatasan Rafah, menggantung nasib dari negosiasi gencatan senjata Palestina-Israel.

Pidato yang disiarkan televisi tersebut disampaikan oleh Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas bertepatan pada peringatan Nakba ke-76 pada Rabu malam, 15 Mei 2024.

“Desakan Israel untuk melanjutkan operasi di Rafah menempatkan negosiasi (gencatan senjata) pada nasib yang tidak diketahui,” papar Haniyeh.

Baca Juga: Perwira AD Amerika Mengundurkan Diri Bukti Protes AS Dukung Israel

Sebelumnya, pihak faksi-faksi Palestina telah menyepakati semua syarat dalam proposal gencatan senjata yang diajukan Mesir dan Qatar.

Dengan kesepakatan pembebasan tawanan Israel dan Palestina yang disepakati oleh kelompok tersebut.

"(Kami) terlibat secara positif dalam upaya mediator di Mesir dan Qatar untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan pertempuran di Gaza dan pertukaran sandera dengan Israel," paparnya.

"(Tapi) penjajah menanggapi penerimaan kami terhadap proposal gencatan senjata (Mesir dan Qatar) dengan memasuki Kota Rafah dan wilayah utara di Jalur Gaza," ungkapnya.

Baca Juga: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Ditangkap Usai Gelar Aksi di Universitas New York

Halaman:

Editor: Sri Hastuti

Sumber: Anadolu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah