Sebelum Study Tour, Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Kepala Sekolah Pastikan Kendaraan Aman

- 14 Mei 2024, 21:00 WIB
Muhadjir Effendy selaku Menko PMK
Muhadjir Effendy selaku Menko PMK /Instagram.com/@muhadjir_effendy

PRIANGANTIMURNEWS - Kecelakaan bus pariwisata yang menewaskan 11 siswa SMK Lingga Kencana Depok di Ciateur Subang Jawa Barat mendapatkan respon dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir Effendy mengatakan kecelakaan seharusnya tidak boleh terjadi saat sekolah mengajak siswanya melakukan widyawisata atau study tour.

Makanya, Ia meminta kepala sekolah benar-benar memastikan kondisi kendaraan umum aman dan siap sebelum mengajak para siswa melakukan perjalanan widyawisata atau studi tur. 

Baca Juga: Penyebab Kecelakaan Mobil di jalur TNBTS Tewaskan Empat Orang Terungkap

"Ini memang suatu kecelakaan yang saya kira tidak perlu, karena itu kepala sekolah harus hati-hati betul ketika mengajak siswanya ramai-ramai menggunakan kendaraan umum atau kendaraan sewaan. Pastikan dulu baik sopir maupun kondisi kendaraan betul-betul memang siap," kata Menko PMK Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa.

Ia juga menyayangkan tragedi kecelakaan bus SMK Lingga Kencana Depok saat melakukan widyawisata di Subang, Jawa Barat, dan menewaskan 11 orang pada Sabtu (11/5).


"Sangat kita sayangkan dan itu menyangkut para siswa, jadi sekali lagi saya minta kepada semua sekolah kalau menggunakan bus atau kendaraan umum untuk wisata, cek betul kondisinya, kita lihat trayeknya, kita lihat hasil pemeriksaan kelaikan busnya, termasuk juga pengemudinya," ujar Menko Muhadjir Effendy.

Baca Juga: Banjir Lahar Dingin di Sumatera Barat Tewaskan 52 orang, 17 Orang Hilang

Menko Muhadjir mengemukakan berkaca dari pengalamannya menangani mudik, sebaiknya sekolah mempertimbangkan kembali apabila ingin menyewa bus pariwisata, mesti betul-betul dilihat apakah pihak agen pariwisata bisa dipercaya.

"Dan itulah yang selalu saya wanti-wanti ketika menangani mudik, karena banyak sekali bus pariwisata itu sebetulnya hasil dari lelang, lelang yang sebetulnya memang sudah enggak layak kemudian dicat ulang, sehingga orang melihat seolah-olah itu bus baru. Padahal itu bus yang sudah tidak layak, apalagi kalau itu wisata yang tidak resmi, tentu tidak pernah melakukan uji kendaraan secara rutin," paparnya.

Halaman:

Editor: Muh Romli


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah