PRIANGANTIMURNEWS - Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Psychiatry, terungkap bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan usus dengan mengacaukan mikrobioma usus, yang kemudian terkait dengan gejala depresi dan kecemasan.
Artikel yang dipublikasikan pada laman Eating Well pada tanggal 22 Februari 2024, melibatkan 18.439 partisipan yang memiliki usia di atas 20 tahun, mencakup berbagai kelompok ras dan etnis seperti kulit hitam non-Hispanik, kulit putih non-Hispanik, dan Meksiko-Amerika.
Selama penelitian, setiap peserta diminta untuk mengisi Kuesioner Kesehatan Pasien-9 (PHQ-9), sebuah penilaian skrining cepat menimbulkan depresi.
Baca Juga: Bawang Putih Jika Dimakan Mentah, Simak Disini Yuk 9 Macam Khasiatnya!
Informasi tentang pola makan juga dikumpulkan melalui dua sesi wawancara yang menanyakan makanan yang dikonsumsi dalam rentang waktu 24 jam terakhir.
Sesudah melakukan analisis statistik terhadap data yang terkumpul, para peneliti menemukan adanya hubungan linier antara konsumsi gula dan tingkat depresi.
Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi asupan gula per hari, semakin besar risiko terjadinya depresi.
Baca Juga: Konsumsi Kopi Yang Berdampak Buruk, Ini 9 Di Antara Kebiasaan Tanpa Disadari!
Secara spesifik, penelitian menyatakan bahwa setiap peningkatan 100 gram konsumsi gula per hari (setara dengan 8 sendok makan ataupun 1/2 cangkir) meningkatkan risiko depresi sebanyak 28 persen.