Jangan Konsumsi Sajian Berkadar Gula Tinggi, Kenapa? Yuk Intip Alasannya Disini!

- 26 Februari 2024, 06:37 WIB
Ilustrasi gula/Hati-hati dengan hidangan yang berkadar gula tinggi berpotensi memicu depresi
Ilustrasi gula/Hati-hati dengan hidangan yang berkadar gula tinggi berpotensi memicu depresi /Freepik/jcomp

PRIANGANTIMURNEWS - Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Psychiatry, terungkap bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan usus dengan mengacaukan mikrobioma usus, yang kemudian terkait dengan gejala depresi dan kecemasan.

Artikel yang dipublikasikan pada laman Eating Well pada tanggal 22 Februari 2024, melibatkan 18.439 partisipan yang memiliki usia di atas 20 tahun, mencakup berbagai kelompok ras dan etnis seperti kulit hitam non-Hispanik, kulit putih non-Hispanik, dan Meksiko-Amerika.

Selama penelitian, setiap peserta diminta untuk mengisi Kuesioner Kesehatan Pasien-9 (PHQ-9), sebuah penilaian skrining cepat menimbulkan depresi.

Baca Juga: Bawang Putih Jika Dimakan Mentah, Simak Disini Yuk 9 Macam Khasiatnya!

Informasi tentang pola makan juga dikumpulkan melalui dua sesi wawancara yang menanyakan makanan yang dikonsumsi dalam rentang waktu 24 jam terakhir.

Sesudah melakukan analisis statistik terhadap data yang terkumpul, para peneliti menemukan adanya hubungan linier antara konsumsi gula dan tingkat depresi.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi asupan gula per hari, semakin besar risiko terjadinya depresi.

Baca Juga: Konsumsi Kopi Yang Berdampak Buruk, Ini 9 Di Antara Kebiasaan Tanpa Disadari!

Secara spesifik, penelitian menyatakan bahwa setiap peningkatan 100 gram konsumsi gula per hari (setara dengan 8 sendok makan ataupun 1/2 cangkir) meningkatkan risiko depresi sebanyak 28 persen.

Penelitian juga mencantumkan hubungan antara asupan gula berlebihan dan kesehatan mental, khususnya depresi.

Adanya dampak negatif pada mikrobioma usus akibat asupan gula berlebihan dapat menciptakan lingkungan usus yang tidak sehat, yang selanjutnya dikaitkan dengan gejala depresi dan kecemasan.

Baca Juga: Hindari Konsumsi Obat Kimia Atau Tradisional Berlebih, Ini 6 di Antara Yang Sebabkan Rusak Ginjal

Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu fluktuasi drastis dalam kadar gula darah.

Bergantung pada minuman yang tinggi gula dan makanan olahan berkarbohidrat sepanjang hari dapat mengakibatkan siklus turun naik yang konstan, berpotensi memberikan dampak buruk pada suasana hati dan tingkat energi.

Penting untuk diingat bahwa pengaruh ini tidak terbatas pada individu dengan diabetes.

Panduan Diet Amerika 2020-2025 merekomendasikan pembatasan asupan gula tambahan sampai kurang dari 10%  total asupan kalori harian, setara dengan kurang dari 12 sendok teh ataupun 48 gram gula sehari untuk seseorang dengan asupan kalori 2.000 per hari.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak yang Demam, Cukup Buat Ramuan Herbal Ini, Resep dari dr. Zaidul Akbar

Selain itu, American Heart Association menetapkan pedoman yang lebih ketat, dengan menyarankan agar wanita tidak mengkonsumsi lebih 6 sendok teh atau setara 25g gula tambahan per hari, dengan pria tetap ada di bawah 9 sendok teh atau 36g gula tambahan per hari.

Konsumsi berlebihan gula tambahan telah terkait dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit kanker, jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit hati berlemak non-alkohol, serta sindrom metabolik.

Selain itu, risiko terkena asam urat juga dapat meningkat, yang merupakan kondisi radang sendi yang menyakitkan karena kristal asam urat yang berbentuk seperti jarum di persendian.

Baca Juga: Ramuam Herbal Anti Ribet Atasi Tulang Keropos, Resep dari dr. Zaidul Akbar, Silahkan Dicoba

Mengingat risiko kesehatan yang terkait dengan asupan gula tambahan yang tinggi dan kurangnya nilai gizi pada makanan yang tinggi gula, disarankan untuk dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan pengurangan keseluruhan konsumsi gula tambahan dalam pola makan harian.***

Editor: Rahmawati Huda

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah