Bekerja Pada Shift Malam Dapat Beresiko Terkena Diabetes dan Obesitas, Kenapa? Ini Alasannya!

- 13 Mei 2024, 10:46 WIB
Seorang perawat yang bekerja pada shift malam hingga kelelahan./ANTARA FOTO/Francesca Mangiatordi/@france_exa/via REUTERS/AWW/djo
Seorang perawat yang bekerja pada shift malam hingga kelelahan./ANTARA FOTO/Francesca Mangiatordi/@france_exa/via REUTERS/AWW/djo /

PRIANGANTIMURNEWS - Menurut laporan terbaru yang dikutip dari Medical Daily pada hari Minggu, 12 Mei 2024, sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Washington State University dengan Pacific Northwest National Laboratory telah mengungkapkan bahwa bekerja pada shift malam selama 3 hari saja bisa merusak ritme protein dan meningkatkan risiko diabetes, serta gangguan pada metabolik lainnya.

Hasil penelitian yang diterbitkan pada Journal of Proteome Research menunjukkan bahwa dalam beberapa hari saja bekerja pada shift malam bisa mengacaukan ritme protein yang berperan dalam mengatur glukosa darah, metabolisme energi, serta peradangan.

Hal ini dapat berdampak pada perkembangan kondisi metabolik kronis seperti diabetes dan obesitas. Dalam penelitian tersebut, para peneliti merekrut sejumlah relawan yang menjalani jadwal shift pada malam dan siang yang disimulasikan selama 3 hari.

Baca Juga: Punya Keluhan Kolesterol, Diabetes, dan Darah Tinggi? Ini Solusiya, Resep Ramuan Herbal Dari dr. Zaidul Akbar

Semua peserta yang terus terjaga selama 24 jam sesudah shift terakhir mereka, diatur dengan pencahayaan, suhu, posisi tubuh, juga asupan makanan yang tetap konstan.

Tujuannya adalah guna mengukur ritme biologis internal tanpa adanya pengaruh dari faktor eksternal.

Ketika peserta terus terjaga, sampel darah diambil guna mengidentifikasi protein pada sel-sel sistem kekebalan yang berbasis darah.

Beberapa protein tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan jam biologis utama. Meskipun tubuh memiliki jam biologis utama yang mempertahankan ritme 24 jam, tetapi ketika dihadapkan pada jadwal shift yang berubah, terjadi perubahan yang signifikan pada beberapa protein tersebut.

Baca Juga: Kasus Diabetes Anak Meningkat! Berikut Cara Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Halaman:

Editor: Sri Hastuti

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah