Antisipasi Serangan Jantung Mendadak, Pantau Denyut Nadi Selama Olahraga, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis!

- 15 Mei 2024, 09:00 WIB
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Pondok Indah Bintaro dr. Teuku Istia Muda Perdana Sp J.P FIHA dalam diskusi secara daring yang diikuti di Jakarta, Selasa 14 Mei 2024/ANTARA/Fitra Ashari
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Pondok Indah Bintaro dr. Teuku Istia Muda Perdana Sp J.P FIHA dalam diskusi secara daring yang diikuti di Jakarta, Selasa 14 Mei 2024/ANTARA/Fitra Ashari /

PRIANGANTIMURNEWS - dr. Teuku Istia Muda Perdana, Sp.JP, FIHA, Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lulusan  UI (Universitas Indonesia), menekankan pentingnya memantau denyut nadi selama berolahraga untuk mencegah serangan jantung mendadak. Dia menekankan bahwa risiko itu bukan hanya berasal dari rasa lelah.

"Jadi, bukan dari rasa lelah, banyaknya keringat, atau nafas yang terengah-engah, melainkan dari detak jantung maksimal yang harus diketahui sebelum memulai olahraga berat,"kata dokter yang akrab disapa Dani di Jakarta pada Selasa, 14 Mei 2024.

Dia menjelaskan, menurut Asosiasi Jantung di Amerika, detak jantung maksimal dapat diukur melalui denyut nadi pada pergelangan tangan atau di leher dengan rumus 220 dikurangi usia saat ini.

Baca Juga: Ini Lima Kebiasaan Harian agar Kesehatan Jantung Tetap Terjaga

Hasil pengukuran ini kemudian dibagi menjadi dua kategori: untuk olahraga dengan intensitas waktu sedang, denyut jantung harus berada antara 50 hingga 70 persen dari denyut maksimal;  dan untuk latihan intensitas tinggi, denyut jantung harus berada antara 70 hingga 85 persen dari denyut maksimal.

"Dianjurkan untuk tidak melebihi zona tersebut dan secara bertahap meningkatkan intensitas latihan untuk mencapai kebugaran fisik tanpa resiko timbulnya kematian jantung, ini berlaku baik saat pemanasan maupun pendinginan,"jelas Dani.

Untuk menghindari resiko kematian mendadak akibat serangan jantung, sangat penting melakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga dan berhenti selama 10 menit setelahnya.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Jantung dengan Konsumsi Ramuan Herbal dari Santan dan Madu, Resep dari dr. Zaidul Akbar

Anda juga harus menghitung denyut nadi dengan cara meletakkan dua jari pada pergelangan tangan atau di leher selama kurang lebih 15 detik, lalu kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapatkan jumlah denyut per menit.

Halaman:

Editor: Sri Hastuti

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah