Study Tour Tidak Wajib dan Tidak Ada Aturanya, Ini Pernyataan Salah Satu Orangtua

- 15 Mei 2024, 11:12 WIB
Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Indra menyebut Study Tour tidak wajib dan tidak ada aturanya harus study tour./Edi Mulyana/priangantimurnews
Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Indra menyebut Study Tour tidak wajib dan tidak ada aturanya harus study tour./Edi Mulyana/priangantimurnews /

PRIANGANTIMURNEWS - Study Tour atau Study banding sebetulnya selama ini ada dua tanggapan dari kalangan orangtua murid, ada yang pro dan ada juga yang kontra. 

Pro dan kontra muncul dari berbagai alasan, ada yang tidak mampu membayar, ada juga yang mampu, ada juga yang khawatir terhadap anaknya di perjalanan dan di tempat tujuan. 

Kekhawatiran itu muncul karena banyaknya kejadian kecelakaan yang telah terjadi, salah satunya yang masih hangat di Subang Jawa Barat yang merenggut 11 orang nyawa siswa. 

Baca Juga: Sebelum Study Tour, Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Kepala Sekolah Pastikan Kendaraan Aman

Yang masih hangat di Subang satu Bus Pariwisata membawa penumpang pelajar SMK Lingga Kencana asal Depok terguling di wilayah Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat hingga menewaskan 11 orang. 

Bus yang terlibat kecelakaan itu adalah Bus Trans Putera Fajar dengan nomor polisi AD-7524-OG. Bus mengalami kecelakaan pada Sabtu 11 Mei 2024.

Berdasarkan data yang di himpun Uji KIR, bus tersebut kali terakhir melakukan Uji KIR di Dishub Wonogiri pada 6 Juni 2023. Masa Uji KIR itu berlaku hingga 6 Desember 2023.

Baca Juga: Anti Mainstream, Pesantren Darul Arqam di Garut Study Tour Sekaligus Umrah ke Mekkah

Jenis kendaraan bus besar itu merupakan tipe HINO/AK1JRKA. Pada saat Uji KIR di Dishub Wonogiri, nama pemilik bus masih tertulis PT Jaya Guna Hage.

Halaman:

Editor: Sri Hastuti


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah