Kantor Imigrasi Kelas I Tasikmalaya Deportasi WNA Dari India, Kedapatan Tinggal di Indonesia Overstay

- 17 Mei 2024, 15:52 WIB
WNA dari India, AS dideportasi dari Indonesia dikawal tiga orang petugas imigrasi melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 16 Mei 2024/ANTARA/HO-Kantor Imigrasi Kelas I Tasikmalaya
WNA dari India, AS dideportasi dari Indonesia dikawal tiga orang petugas imigrasi melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 16 Mei 2024/ANTARA/HO-Kantor Imigrasi Kelas I Tasikmalaya /

PRIANGANTIMURNEWS - Di Kota Tasikmalaya, kasus WNA yang overstay telah menjadi perhatian pihak berwenang. Overstay merujuk pada situasi di mana WNA tinggal lebih lama dari izin yang diberikan oleh visa mereka.

Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, baik bagi WNA itu sendiri maupun bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

Pemerintah melalui Kantor Imigrasi setempat terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap WNA yang overstay.

Baca Juga: Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Tasikmalaya Berhasil Tangkap 1 Orang WNA Asal India

Penertiban ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap orang yang berada di wilayah Indonesia mematuhi peraturan imigrasi yang berlaku.

Kantor Imigrasi Kelas I Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan deportasi terhadap seorang pria WNA asal India, AS (40 tahun), yang kedapatan tinggal di Indonesia dengan melebihi masa izin tinggalnya (overstay) selama 117 hari.

Iman Muhammad, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kanim Kelas I Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa AS ditemukan overstay saat ia mengajukan perpanjangan izin tinggal di kantor imigrasi setempat.

Baca Juga: Penyelundupan PMI dan WNA Bangladesh ke Malaysia Berhasil Digagalkan TNI AL, 8 Orang Diamankan

"Pria tersebut datang ke kantor imigrasi untuk memperpanjang izin tinggalnya. Ternyata, dia sudah overstay selama 117 hari,"ungkap Iman di Jakarta, Kamis 16 Mei 2024.

Halaman:

Editor: Sri Hastuti

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah