Indonesia Sodorkan 4 Isu Prioritas di Ajang G20

2 September 2021, 06:35 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi sebut Presidensi G20 Tahun 2022, Kemnaker agendakan empat isu prioritas /Instagram @anwsanusi/

PRIANGANTIMURNEWS - Pemerintah Indonesia menyodorkan empat isu prioritas untuk diusung Presidensi Indonesia di ajang G20 Tahun 2022 nanti.

Untuk bidang Ketenagakerjaan dengan tajuk memperbaiki Kondisi Ketenagakerjaan untuk kembali pulih bersama atau improving the employment condition to recover together.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi.

Baca Juga: Prediksi Skor Venezuela vs Argentina, Head-to-Head, Berita tim, Starting XI: Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022

Keempat isu priortas tersebut yang akan diajukan dalam forum G20 tersebut antara lain;

1.Penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dalam menghadapi perubahan dunia kerja. (Sustainable Job Creation Towards Changing World of Work).

2. Pasar tenaga kerja inklusif dan kuota kerja bagi penyandang disabilitas.(Inclusive Labour Market and Job Quotas for people with Disabilities)

3. Pengembangan kapasitas manusia untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan. (Human Capacity Development for Sustainable Growth of Productivity)

4. Perlindungan tenaga kerja adaptif terhadap perubahan dunia kerja. (Adaptive Labour Protection in the Changing World of Work).

Baca Juga: Mensos Risma Akui Kesulitan Salurkan Bantuan ke Daerah 3T, Harus Naiki Perahu 200-600 Ribu

Menurut Anwar Sanusi kita semua sudah melalui banyak diskusi dalam rangka kurasi, pengayaan, dan pemantapan keempat isu tersebut untuk bisa sampai ke hari ini.

"Sejalan empat isu prioritas tersebut, maka diperlukan pendekatan dan sasaran kebijakan yang bertujuan untuk menciptakan pasar kerja yang berkelanjutan dan inklusif; meningkatkan kompetensi dan keterampilan angkatan kerja," kata.Anwar.

Ia juga memastikan perlindungan yang adaptif bagi semua pekerja di masa pemulihan dan era otomatisasi.

Pendekatan lainnya kata Anwar  yakni meningkatkan aksi kolektif global dalam rangka pemulihan sektor ketenagakerjaan akibat pandemi.

Baca Juga: Prediksi Skor Italia vs Bulgaria, Head-to-Head, Berita Tim, Starting XI: Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022

"Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan secara global. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kehilangan jam kerja sebesar 8,8 persen atau setara dengan 225 juta pekerjaan penuh waktu," kata, Anwar.***

 

Editor: Muh Romli

Sumber: Instagram @anwsanusi

Tags

Terkini

Terpopuler