Dikabarkan Pemerintah Indonesia Akan Ajukan Pinjaman ke AS Sebesar 500 Juta Dolar

20 Juni 2021, 14:30 WIB
Presiden Jokowi /Instagram @Jokowi/

PRIANGANTIMURNEWS- Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI). Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari mencapai US$ 405,7 miliar.

Jika mengacu pada kurs referensi BI yakni JISDOR pada hari ini sebesar Rp 15.707/US$. Maka total ULN Indonesia pada Februari lalu mencapai Rp 6.372,3 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 35,9 persen produk domestik bruto Republik Indonesia (RI).

Utang Indonesia mencakup ULN pemerintah, bank sentral dan swasta termasuk utang miliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga: Angka Covid di Medan Meningkat Per Hari Capai 69 Kasus

Utang ke luar negeri digunakan untuk berbagai kebutuhan guna memenuhi kebutuhan perekonomian Indonesia seperti membiayai ekspansi ekonomi, pembangunan infrastruktur, membayar bunga dan cicilan utang hingga menangani pandemi seperti sekarang ini.

Kalau dilihat dari nominalnya yang sangat fantastis tersebut, memangnya siapa sih orang/negara/badan yang mau menjadi kreditur untuk Indonesia. Pastinya menjadi pertimbangan.

"Dikabarkan bahwa Pemerintah Indonesia akan kembali mengajukan pinjaman baru sebesar 500 juta dolar AS," katanya, dikutif priangantimurnews.com dari akun Instagram @narasinewsroom Minggu 20 Juni 2021.

Baca Juga: Viral, Seorang Pemuda Asal Kuningan Tidak Percaya Covid-19 dan Tantang Memegang Pasien atau Jenazah

Katanya, rencananya ngutang ke AS itu akan dipakai untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Salah satu target alokasi utang ini perluasan program vaksinasi COVID-19. Pinjaman baru ini melengkapi utang sebelumnya yang baru disetujui 10 Juni 2021, sebesar 400 juta dolar AS yang digunakan untuk memperkuat sektor keuangan.

"Total utang Indonesia pada Juni ini mencapai 900 juta dolar AS," ungkapnya.***

Editor: Agus Kusnadi

Sumber: Instagram @narasinewsroom

Tags

Terkini

Terpopuler