Ingin Belajar Jadi Tukang Cukur Profesional, Ikuti Aja Program Ini

17 Januari 2021, 21:20 WIB
JUMADI, tukang cukur pribadi Presiden Jokowi.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR/

PRIANGANTIMURNEWS - Upaya untuk memulihkan perekonomian masyarakat akibat dampak Covid-19 terus dilakukan Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jawa Barat.

Saat ini Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi membuka sekolah cukur untuk mereka yang berminat menjadi tukang cukur profesional.


Program hasil kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat akan ada program sekolah cukur gratis bagi pengangguran.

Baca Juga: Revitalisasi Pantai Karang Tirta Sebagai Destinasi Baru di Pangandaran


CEO Sekolah Cukur Bandung, Armor Toreador seperti dikutip Priangantimurnews dari Pikiran Rakyat membenarkan hal tersebut. Menurut Armor sekolah cukur ini adalah solusi bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19 sehingga kehilangan pekerjaanya.


"Mereka yang kehilangan pekerjaan ini diharapkan mampu mempunyai keahlian untuk mencukur dan siap bekerja. Sehingga apabila tak memiliki modal untuk membuka tempat cukur rambut, mereka bisa menjadi tukang cukur panggilan," kata Armor disela-sela launching Sekolah Cukur Bandung pada Sabtu 16 Januari 2021, tepatnya di Gg Masjid I, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.


Menurut Armor selain belajar mencukur pada umumnya, para siswa sekolah cukur ini akan dibekali juga teori mencukur. "Mereka juga akan diajarkan bagaimana manajeman bisnis cukur rambut, diharapkan nantinya lulusan bisa berusaha secara mandiri," katanya.

Baca Juga: Komjen Sigit Calon Kapolri Yang Banyak Didukung Berbagai pihak, Termasuk DPP KNPI


Selain itu kata Armor trainer yang ada di Sekolah Cukur Bandung merupakan trainer-trainer terbaik di bidangnya. Salah satunya bahkan sempat menjadi pelatih barbershop terbaik se Indonesia. "Salah satu trainer kami masih memegang rekor cukur cepat dengan hasil mem9uaskan hanya dalam waktu 2 menit saja," katanya.


Oleh karena itu Armor pun berharap dengan kehadiran Sekolah Cukur Bandung ini mampu membantu keadaan masyarakat di saat pandemi Covid-19 ini. "Agar masyarakat bisa tetap produktif, dan kami pun nanti akan membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia," katanya.


Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi sangat mengapresiasi pembukaan sekolah cukur tersebut. Taufik pun bersedia membantu sekolah cukur ini untuk menjadi bagian dalam Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Disnakertrans Jabar.

Baca Juga: Bencana Banjir Kalsel, Ratusan Ribu Warga Mengungsi


"Ini inisiatornya anak-anak muda tentu hal itu merupakan hal yang luar biasa. Ditambah dengan saat pandemi Covid-19 ini banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan, sekaligus menyerap tenaga kerja baru," katanya.


Maka dari itu lanjut Taufik diharapkan profesi tukang cukur atau capster ini nantinya menjadi profesi yang formal. "Sebelumnya tukang cukur merupakan profesi yang informal, diharapkan jadi formal karena lulusan tentunya akan diberikan sertifikat," ucapnya.


Disinggung soal dukungan Disnakertrans Jabar, Taufik memastikan bahwa pihaknya akan mendukung proses sertifikasi capster lulusan Sekolah Cukur Bandung, agar diakui oleh dunia kerja, termasuk memberikan perlindungan bagi para lulusannya.

Baca Juga: Mengaku Disekap Dalam Mobil, 30 Gram Perhiasan Milik Warga di Pangandaran Dipreteli Kawanan Begal


Hadirnya Sekolah Cukur Bandung juga mendapat dukungan penuh dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar.

Bahkan, sejumlah pengurus Hipmi Jabar, yakni Adivi Prasetio, Nando, Vergie, termasuk Ketua Hipmi Jabar Surya Batara Kartika pun menjadi investor Sekolah Cukur Bandung.


Menurut Surya, organisasi yang dipimpinnya terlibat aktif dalam upaya program pemulihan ekonomi daerah Provinsi Jabar.

Baca Juga: Wajah Ingin Tetap Cantik, Ini Cara Memilih Produk Perawatan Wajah Sesuai Tipe Kulit

Hipmi Jabar bahkan memberikan pendampingan bagi kadernya yang ingin mendirikan usaha dengan konsep menjaring banyak pekerja.

 

"Sekolah Cukur Bandung sudah memiliki paket pelatihan lengkap bagi masyarakat yang ingin memiliki keahlian dan membuka usaha cukur rambut," katanya.***
(Mochamad Iqbal Maulud/Pikiran Rakyat)

 

 

 

Editor: Muh Romli

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Terpopuler