Satnarkoba Polres Tasikmalaya Tangkap 2 Pelaku Pengedar Obat

11 Agustus 2023, 13:26 WIB
Dua Pemuda di Singaparna Edarkan Hexymer dan Tramadol Diringkus Satnarkoba Polres Tasikmalaya. /Edi Mulyana/priangantimurnews/PRMN/

PRIANGANTIMURNEWS - Tindakan mengkonsumsi, menjual, mengedarkan obat obatan terlarang merupakan perbuatan melanggar hukum.

Meski para pelaku sudah tahu perbuatan tersebut telah melanggar hukum, namun tidak menyurutkan para pelaku untuk  mengedarkan obat dilarang.

Akibat dari perbuatannya yang telah melanggar hukum, akhirnya, jajaran Stnarkoba Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap, menangkap dua pelaku pengedar obat terlarang.

Baca Juga: Tujuh Orang Pengguna Narkoba di Kampung Boncos Diringkus Aparat Polsek Palmerah, Ini Kronologinya

Dua pelaku mengedarkan obat Tramadol dan hexymer di wilayah Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

"Kedua pelaku diancam dengan penjara 10 tahun penjara dan denda 1 miliar," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya, AKP Yayu Wahyudi di Mako Polres Tasikmalaya Jumat 11 Agustus 2023.

AKP Yayu menyebut, nama ke dua tersnagka bernama Roni Rahmat (34) dan Rian Cahyana (21) diamankan saat mengedarkan obat terlarang di wilayah Singaparna. 

Baca Juga: Polresta Bandung Gelar Patroli Malam, Anak Muda Kedapatan Nongkrong Bawa Miras dan Obat Terlarang

"Saat itu obat terlarang yang tengah diedarkan yakni Tramadol dan hexymer," ujarnya.

Modus keduanya, mengedarkan barang haram tersebut dengan cara sistem tempel dan lempar, juga di pesan melalui online.

 "Modus pengendaranya dilempar ke pemesannya, yang dipesan melalui online," kata Yayu.

Dari kedua pelaku, berhasil diamankan sebanyak 170 butir tramadol dan 78 hexymer sisa diedarkan, dua buah smartphone sebagai alat transaksi dan uang Rp 500 ribu. Keduanya dijerat dengan pasal 196 Jo 197 Jo 198 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 

Baca Juga: Tujuh Orang Pengguna dan Penjual Sabu Serta Obat Terlarang Ditangkap Petugas Polres Tasikmalaya

Pada pasal 196 itu barang siapa yang sengaja memproduksi  atau mengedarkan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak  memenuhi  standar keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagai dimaksud  dalam pasal 98 ayat 2 dan 3 di pidana 10 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar. 

"Jadi kedua pelaku ini di ancam pidana penjara 10 tahun denda 1 miliar," ujarnya.***

Editor: Sri Hastuti

Tags

Terkini

Terpopuler