Semarang kembali Diterpa Bencana Alam, Banjir dan Tanah Longsor sebabkan Tiga Orang Meninggal

7 Januari 2023, 10:14 WIB
evakuasi korban banjir di kawasan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah./antaranews.com /

PRIANGANTIMURNEWS- Ibukota Jawa Tengah, Semarang kembali diterpa bencana alam akibat cuaca ekstrem berupa curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu.

Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol mengatakan bahwa sedikitnya tiga orang meninggal disebabkan insiden alam tersebut.

Melaporkan bahwa banjir dan tanah longsor adalah penyebab korban tersebut meninggal yang terjadi dihari yang sama pada Jum’at, 6 Januari 2023.

Baca Juga: Tanggul Jebol sebabkan Banjir Deras, Perumahan Semarang Terancam Tenggelam, 1 Nyawa pun Melayang

Kejadian terjadi di kawasan Tembalang dan Banyumanik. Banjir terjadi di kawasan  Tembalang, sementara tanah longsor terjadi di daerah Banyumanik.

Dua kelurahan di Tembalang yang terendam banjir deras adalah wilayah Meteseh dan Rowosari. Menyebabkan dua orang meninggal dunia disebabkan banjir tersebut.

“Total dua yang meninggal dunia akibat banjir,” ungkap Irwan.

Baca Juga: Inilah Sosok Tiko, Pemuda Viral yang Rawat Ibunya di Rumah Besar Terbengkalai Tanpa Listrik

Dilaporkan bahwa penyebab banjir di Meteseh diakibatkan tanggul yang jebol, menyebabkan luapan Sungai Pengkol tak mampu  untuk menahannya. Membanjiri perumahan Dinar Indah dengan deras. Kejadian tersebut terjadi pada sore hari, dan menyebabkan satu orang harus meregang nyawa bernama Agus Purbantoro (57).

PLT Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu menyampaikan banjir yang melanda Perumahan Dinar Indah memang disebabkan tanggul sungai babon sepanjang 20 meter, yang menahan Sungai Pengkol telah jebol. Serta menambahkan, bahwa perbaikan akan segera dilaksanakan setelah banjir surut.

Sementara di wilayah Rowosari juga disebabkan oleh meluapnya Sungai Pengkol, dalam kurun waktu satu jam dan air semakin deras. Terjadi pada malam hari, sekitar pukul 17:00 WIB, serta menyebabkan satu orang harus meregang nyawa.

Baca Juga: Pertandingan Sepak Bola, Pokja Jurnalis Taklukan PJU Polres Tasikmalaya 4-2

Luapan Sungai Pengkol tersebut mencapai satu meter, menerjang dengan tiba-tiba dan berarus kencang di Rowosari Krasak dan banyak rumah warga yang rusak. Selain itu akses jalan pun sempat tertutup oleh banjir tersebut.

“Warga sekarang mengungsi karena banjir masih menggenang setinggi 1 meter,” ujar Ketua RT 3 RW 5 Rowosari Krasak, Saefudin.

Satu korban meninggal lainnya berada di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang diakibatkan oleh tanah longsor. Tanah longsor tersebut menimpa bagian belakang rumah di Blok-H Perumahan P4A.

Baca Juga: Hasil Imbang di Leg Pertama Bikin Untung Indonesia! Tak Perlu Menang Lawan Vietnam, Langsung Lolos Final!?

Hujan deras yang terjadi belakangan ini, menyebabkan tebing 25 meter akhirnya mengalami pergeseran, dan akhirnya menimpa bagian belakang rumah. Menyebabkan pemilik rumah yang bernama Ari Wibowo (37) tersebut harus meregang nyawa akibat tertimpa tembok dan material longsor.***

Sumber : antaranews.com

Editor: Galih R

Tags

Terkini

Terpopuler