Airlangga Penguatan Ekspor-Impor untuk Tren Pemulihan Ekonomi

- 16 Juni 2021, 14:13 WIB
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020, Jumat (4/12/2020) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020, Jumat (4/12/2020) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. /Tangkap layar setkab.go.id/

PRIANGANTIMURNEWS- Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut seiring dengan tren penguatan ekspor dan impor.
Pada Mei 2021 Ekspor Indonesia mencapai 16,60 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat signifikan sebesar 58,76 persen (year-on-year/yoy).

Senilai dengan ekspor, performa impor Indonesia pada Mei 2021 juga meningkat sebesar 68,68 persen (yoy) atau mencatatkan nilai sebesar 14,23 miliar Dolar AS.

“Neraca perdagangan terus melanjutkan surplus hingga bulan ini yakni sebesar 2,36 miliar Dolar AS. Capaian ini membuat neraca perdagangan mengalami surplus selama 13 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa 15 Juni 2021.

Baca Juga: Manchester United sedang Menunggu Keputusan Cristiano Ronaldo untuk Bergabung pada Musim Panas Tahun Ini

Peningkatan performa ekspor bulan ini sebesar 58,30 persen (yoy) dari kontributir Komoditas nonmigas.

Lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) menjadi penyumbang terbesar pada ekspor nonmigas dengan porsi sebesar 15,9 persen.

Namun, ekspor migas mengalami pertumbuhan sebesar 66,99 persen (yoy).

Dengan penyumbang terbesar ekspor migas berasal dari komoditas gas dengan porsi sebesar 53,8 persen.

Dan selanjutnya ekspor Indonesia pada Mei 2021 yang tumbuh sebesar 58,76 persen (yoy) melebihi performa ekspor negara-negara Asia lainnya yaitu Korea Selatan (45,6 persen), Taiwan (38,65 persen), Vietnam (36,6 persen), dan Cina (27,6 persen).

Baca Juga: Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Reguler Governing Body ILO 2021-2024

Peningkatan ekspor ini sejalan dengan meningkatnya harga beberapa komoditas andalan Indonesia.

Selain permintaan global yang telah pulih, pertumbuhan permintaan domestik yang kembali kuat juga mendorong produksi ke level yang lebih tinggi.

“Pulihnya permintaan global dan domestik yang diiringi dengan peningkatan aktivitas manufaktur mendorong peningkatan impor bahan baku dan barang modal,” tutur Airlangga.

Baca Juga: Hodik Asal Singkawang Menjadi Pengusaha Karpet Sukses Modal Disisihkan dari Uang Jajan

Impor bahan baku/penolong meningkat sebesar 79,11 persen (yoy). Peningkatan tersebut berpengaruh signifikan terhadap total impor karena memiliki porsi terbesar dibandingkan dengan impor golongan lain yakni sebesar 76,9 persen terhadap total impor. Di saat yang sama, impor barang modal juga tumbuh positif sebesar 35,28 persen (yoy) dengan porsi sebesar 13,2 persen terhadap total impor.

“Berbagai perkembangan positif ini akan mendukung Indonesia dalam menjawab tantangan-tantangan global dan domestik sehingga ketahanan sektor eksternal dapat tetap terjaga dengan baik di tahun 2021,” pungkas Menko Airlangga.***

Editor: Agus Kusnadi

Sumber: Setkab.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah