Terlalu Banyak Duduk atau Berdiam Diri Yang Sering Disebut Mager

- 17 Januari 2021, 21:27 WIB
Ilustrasi Kurang gerak
Ilustrasi Kurang gerak /ANTARA/
PRIANGANTIMURNEWS- Terlalu banyak duduk atau berdiam diri yang sering disebut mager.  Perilaku berdiam diri kepanjangan tidak boleh melebihi 60 menit.
 
Rekomendasi yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) individu dengan intens melakukan aerobik per minggu, ditambah dua hari latihan fiisik.
 
Apabila tidak melakuakn aktiivitas fisik sama sekali, berarti kurang bergerak dan bisa berakibatkan kemalasan.
 
 
Dikutip Priangan Timur News dari antara, 'Tanda Anda kurang gerak, sering lelah hingga mudah lupa'
 
Ahli kesehatan jantung sekaligus  founder SRSHeart Center for Women's Prevention, Health and Wellness, and a Peloton Health & Wellness Advisory Council, Suzanne Steinbaum menyarankan Anda menghitung durasi waktu tidur untuk mengetahui apakah Anda kurang bergerak.
 
"Hitung jumlah jam Anda tidur, lalu kurangi dari 24 jam. Angka itu adalah jumlah jam dalam sehari Anda harus hidup, bergerak, aktif. Jika Anda menghabiskan lebih dari 50 persen waktu itu untuk duduk, berbaring, dan tidak bergerak, penting untuk menemukan cara untuk mengubahnya," kata dia.
 
 
Selain itu, ada beberapa tanda yang bisa Anda amati jika Anda tidak cukup bergerak yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik Anda, seperti dikutip dari Real Simple, Jumat:
 
1. Merasa lelah sepanjang waktu
Memang benar, kelelahan bisa karena berbagai hal semisal stres, pola makan yang buruk, ketidakseimbangan hormon, tetapi tidak banyak bergerak juga berperan dalam kelelahan ekstrem.
 
Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bergerak dapat mengembalikan energi Anda. Satu studi menemukan, mereka yang melakukan latihan intensitas rendah atau sedang selama 20 menit tiga kali seminggu dalam enam minggu meningkat energinya hingga 20 persen.
 
2. Perubahan berat badan
Tanda lain Anda kurang bergerak, ada perubahan pada berat badan dan metabolisme Anda. Agar berat badan Anda tidak berfluktuasi dengan cara yang tidak sehat, Anda harus membakar kalori dalam jumlah yang sama dengan yang Anda konsumsi.
 
Tetapi ketika Anda terlalu banyak duduk, asupan kalori Anda tetap sama sementara pengeluaran energi Anda menurun, dan kelebihan kalori tersebut menjadi disimpan sebagai lemak. Kurang bergerak juga memengaruhi metabolisme Anda atau proses tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Metabolisme yang lebih lambat berarti Anda membakar lebih sedikit kalori saat istirahat.
 
"Ada lebih sedikit aliran darah dan lebih sedikit metabolisme. Jangka panjangnya, bisa menyebabkan diabetes, serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya," ujar psikolog olahraga di Columbia University, Aimee Layton.
 
3. Sering merasa kehabisan napas
"Jantung bekerja dengan aliran oksigen yang baik," kata ahli jantung di Philadelphia, Sanul Corrielus.
 
Saat Anda duduk lebih di sofa, pernapasan menjadi pendek yang menghabiskan aliran suplai oksigen ke jantung dan berkontribusi pada penurunan kondisi jantung.
 
Gerakan minimal juga dapat membuat Anda merasa terengah-engah serta mengalami palpitasi yang dapat memperburuk fungsi jantung jika tidak ditangani secara efektif.
 
Semakin seseorang diam, maka semakin besar dia berisiko mengalami kematian dan penyakit jantung.
 
Satu analisis data dari studi European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) Norfolk menemukan, setiap jam tambahan yang dihabiskan per hari untuk menonton televisi selama waktu senggang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
 
4. Melewatkan waktu tidur berkualitas
Tidur itu berharga dan jika durasi dan kualitasnya tak cukup maka bisa menyebabkan masalah metabolisme, melemahkan sistem kekebalan Anda, meningkatkan risiko kematian dini, dan masalah lainnya.
 
Semakin lama Anda tidak aktif bergerak, semakin sulit Anda tidur. Misalnya, jika Anda menghabiskan lebih dari 11 jam sehari dalam mode santai misalnya menonton, maka ini dapat menyebabkan penurunan kualitas tidur dan kuantitas tidur.
 
Sebuah meta-analisis juga menemukan bahwa kebiasaan duduk yang berlebihan meningkatkan kemungkinan insomnia.
 
 
5. Kesehatan mental menurun
Penelitian menunjukkan, orang-orang yang lebih banyak duduk mengalami penurunan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup. Steinbaum, mencatat orang-orang ini juga cenderung lebih depresi.
 
6. Sulit mengingat
Otak Anda membutuhkan olahraga seperti halnya tubuh. Menurut penelitian PLOS One, berjam-jam duduk menyebabkan berkurangnya ketebalan di lobus temporal medial, area otak yang bertanggung jawab atas memori dan ini alasan Anda menjadi pelupa.
 
"Bahkan peningkatan kecil dalam aktivitas fisik menawarkan manfaat positif dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan. Mulailah dari yang kecil dan pertahankan, karena ketika diterapkan secara konsisten, seiring waktu hal itu akan memberikan hasil yang besar," tutur asisten profesor kinesiologi dan kesejahteraan integratif di Point Loma Nazarene University, Jessica Matthews.***

Editor: Agus Kusnanto

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x