Nelayan di Pangandaran Minta Aturan Penangkapan Lobster Dikaji Ulang

- 2 Desember 2020, 08:44 WIB
Nelayan Pangandaran menunjukkan hasil tangkapan lobsternya.
Nelayan Pangandaran menunjukkan hasil tangkapan lobsternya. /PRIANGANTIMURNEWS/AGUS/

"Sekarang ekpor benur lobster untuk sementara kan ditutup. Kalo diperbolehkan lagi ya kita ngikut aja," kata Ujang.

Dikwtahui di era Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, benih lobster yang dilarang ditangkap dan diekspor adalah yang sedang bertelur atau ukuran karapaksnya (cangkang keras) kurang dari 8 cm dan berat di bawah 200 gram per ekor.

Sementara Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab Pangandaran Fuad Husein mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendata berapa jumlah nelayan penangkapan benur lobster di Pangandaran.

"Tapi kami berharap aturan untuk ukuran tangkap lobster waktu jaman ibu Susi diberlakukan kembali lah," ujarnya.

Apalagi menurut Fuad, untuk saat ini trends lobster di pulau Jawa menurut, berbeda dengan di Maluku di sana masih bagus, karena belum ada yang menangkap benur, jadi lobster yang ditangkap ukuran nya besar.

"Coba lihat di tempat pelelangan ikan (TPI) untuk lobster itu minim, malah lebih trends untuk jenis udang biasa ketimbang lobster," ujarnya.

Halaman:

Editor: Agus Kusnanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah