Pejabat dari Partai Suu Kyi Meninggal dalam Tahanan di Myanmar

- 8 Maret 2021, 11:38 WIB
Prosesi pemakaman Khin Maung Latt dilakukan sesuai tradisi muslim
Prosesi pemakaman Khin Maung Latt dilakukan sesuai tradisi muslim /Twitter/@mizzima/

PRIANGANTIMURNEWS – Seorang pejabat dari Liga Nasional Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi tewas dalam tahanan di Myanmar setelah ditahan dalam tindakan keras terhadap pengunjuk rasa anti-junta pada Sabtu, 6 Maret 2021.

Beberapa Kader Partai mengatakan, bahwa mereka curiga akan adanya penyikasaan atas pejabat tersebut.

Khin Maung Latt, 58, adalah ketua NLD lokal di Yangon, kota terbesar Myanmar.

Baca Juga: Viral, Pencuri Kembalikan Motor Hasil Curanmor dengan Warna yang Berbeda dan Sepucuk Surat

Menurut wakil ketuanya, gambar dari rumah sakit militer tempat dia meninggal menunjukkan dia memiliki luka di bagian belakang kepala dan memar di punggungnya.

"Dokter mengatakan itu bukan penyebab kematian," kata Khin San Myint kepada wartawan. "Mereka bilang itu karena kondisi jantung," katanya.

Seorang pekerja amal yang pernah melihat jenazah mengatakan ada luka memar di kepala dan dada serta jahitan di sisi kepala.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kota Tasikmalaya Hari Ini, Senin 8 Maret 2021

Khin Maung Latt ditangkap setelah jam 9 malam. pada Sabtu malam, kata seorang warga, seperti yang dikutip dari laporan Reuters.

Ba Myo Thein, seorang anggota NLD dari majelis tinggi parlemen, yang dibubarkan setelah kudeta, mengatakan laporan luka di kepala dan tubuh Khin Maung Latt menimbulkan kecurigaan bahwa dia telah dianiaya.

"Sepertinya dia ditangkap pada malam hari dan disiksa dengan kejam," katanya kepada Reuters. "Ini sama sekali tidak bisa diterima." ujarnya.

Baca Juga: Jelang Pekan Olahraga 2022, IMI Tasikmalaya Lakukan Seleksi Atlet Grastrak di Sirkuit Mahendra

Tentara telah menolak tuduhan menggunakan kekerasan yang berlebihan terhadap pengunjuk rasa. Ia mengatakan pihaknya mengambil alih kekuasaan setelah komisi pemilihan menolak tuduhan kecurangan dalam pemilihan November lalu di mana NLD menang telak.

Janji militer untuk pemilu baru dicemooh oleh para pengunjuk rasa, yang mengatakan kemenangan NLD harus dihormati.

Seorang petugas di kantor polisi di distrik Pabedan di Yangon, daerah di mana Khin Maung Latt ditangkap pada hari Sabtu, menolak berkomentar. Seorang juru bicara tentara Myanmar tidak menjawab panggilan telepon Reuters untuk memberikan komentar.

Baca Juga: Studio Dapur Tasikmalaya, Sentra Kerajinan Anyaman Bambu yang Berhasil Go Internasional

Lebih dari 1.700 orang telah ditahan di Myanmar sejak kudeta 1 Februari, termasuk pemimpin terpilih Suu Kyi dan puluhan anggota NLD-nya, kata sebuah kelompok advokasi. Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) juga mengatakan lebih dari 50 pengunjuk rasa telah dibunuh oleh pasukan keamanan.***

Editor: Muh Romli

Sumber: REUTERS


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah