Terungkap Penularan Virus Baru Langya (LayV) Dan Gejala Penderita, Simak Selengkapnya

11 Agustus 2022, 14:57 WIB
Ilustrasi Virus Langya yang menjangkit China /Pixabay/

PRIANGANTIMURNEWS - Sebanyak 35 orang di China telah terinfeksi virus baru yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, menurut laporan para peneliti di China, Singapura dan Selandia Baru.

Langya henipavirus (LayV) ditemukan selama pengawasan baru-baru ini terhadap orang-orang dengan demam yang memiliki riwayat pajanan hewan baru-baru ini di Cina timur.

Korespondensi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 4 Agustus mengatakan virus itu pertama kali diidentifikasi dalam sampel usap tenggorokan dari satu pasien.

Investigasi selanjutnya mengidentifikasi 35 pasien dengan "infeksi LayV akut" di provinsi Shandong dan Henan.

Baca Juga: Resmi!! Robert Alberts Out, Ternyata Sangat Fantastis Nilai Kompensasi Yang Dikeluarkan Persib!!

Dua puluh enam dari pasien ini ditemukan hanya terinfeksi virus henipa Langya dan mengalami gejala seperti demam, kelelahan, batuk, sakit kepala, mual, muntah, dan nyeri otot. Kebanyakan dari mereka adalah petani.

Setelah survei hewan kecil liar, para peneliti mengatakan virus itu "terutama terdeteksi" pada tikus, sebuah temuan yang menunjukkan bahwa hewan itu mungkin "reservoir alami" virus.

Sejauh ini belum ada bukti penularan dari manusia ke manusia.

Baca Juga: Terbukti Kasus Subang: Segera Diungkap Pelakunya Dengan Semua Bukti? Begini Menurut Pakar Hukum

"Tidak ada kontak dekat atau riwayat paparan umum di antara pasien, yang menunjukkan bahwa infeksi pada populasi manusia mungkin sporadis," kata para peneliti, menambahkan bahwa ukuran sampel terlalu kecil untuk menentukan status dari manusia ke manusia. penularan.

The Guardian melaporkan bahwa Langya henipavirus pertama kali terdeteksi pada akhir 2018 di Shandong dan Henan. Itu hanya secara resmi diidentifikasi oleh para ilmuwan minggu lalu.

Milik genus henipavirus, virus lain di bawah keluarga yang sama termasuk virus Hendra dan virus Nipah. Virus ini diketahui menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit fatal.

Baca Juga: Sukses Catatkan Sejarah Baru!! Inilah Kronologi PSM Makassar Yang Lolos ke Final Piala AFC Cup 2022 Zona ASEAN

Virus Nipah dibawa terutama oleh beberapa jenis kelelawar buah dan babi. Ini juga dapat ditularkan langsung dari orang ke orang serta melalui buah yang terkontaminasi.

Menurut media pemerintah China Global Times, kasus Langya henipavirus sejauh ini belum berakibat fatal atau sangat serius.

Mengutip Profesor Wang Linfa dari Emerging Infectious Diseases Program di Duke-NUS Medical School di Singapura, yang terlibat dalam penelitian tersebut, laporan tersebut mengatakan bahwa tidak perlu panik.

Baca Juga: Tersangka Baru Terungkap!! Fakta Kebenaran Kasus Brigadir J Akhirnya Terbongkar, Irjen Ferdy Sambo Bohong?

Namun, Prof Wang menambahkan bahwa masih ada alasan untuk waspada karena banyak virus yang ada di alam memiliki hasil yang tidak terduga ketika menginfeksi manusia.***

Editor: Galih Cipta Nugraha

Sumber: channelnewsasia

Tags

Terkini

Terpopuler