Meresahkan! Oknum Pedagang Diduga Oplos Beras, Harga Rp8300 jadi Rp12000

5 Februari 2023, 12:02 WIB
Situasi gudang PT Food station yang diduga merupakan tempat oplos beras./foto metro tv/ /

PRIANGANTIMURNEWS- Harga beras kian hari semakin menjulang meskipun selisih dari harga biasanya tidak begitu signifikan terlihat.

Tetapi jika dikalikan dengan jumlah pembelian yang besar tentunya harga beras terkini pun akan terasa lonjakannya.

Banyak keluhan yang dirasakan para konsumen beras, utamanya kaum Ibu yang sudah terbiasa belanja di pasar atau warung terdekat membeli beras namun dengan harga yang berbeda dan kwalitas jelek pula.

Baca Juga: Jelang Laga Lawan Persib, Pelatih dan Pemain PSS Sleman Keluhkan Hal Ini

Diberitakan ada dugaan seorang pedagang telah meng-oplos beras Bulog dengan Beras yang lain, dan beras dengan kwalitas rendah dimasukkan ke dalam kemasan Premium.

Peristiwa oplos beras ini dijelaskan oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihardi Wiraryo dalam sidaknya pada hari Sabtu, 4 Februari 2023.

"Waktu kemarin kami melakukan inspeksi (bersama Bulog). Temuannya ada oknum pedagang yang diduga mencampur beras Bulog dengan beras lain dan dijual dengan harga premium. Kemarin sore sudah kami tindaklanjuti bersama satgas pangan untuk diproses," kata Pamrihadi.

Baca Juga: Review Film “Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang”

Pamrihadi memastikan pedagang tersebut tidak membeli beras dari PT Food Station Tjipinang Jaya, dan saat ini temuan tersebut sedang diperiksa kembali oleh satgas pangan dan aparat hukum.

Seandainya benar ada oknum pedagang beras yang melakukan oplos beras seperti yang dijelaskan Pamrihadi, sudah tentu menjadi kehawatiran para konsumen terlebih menjelang datangnya bulan Ramadhan biasanya akan berdampak pada harga sembako yang lainya turut melangit juga.

Jika terbukti benar maka pedagang tersebut akan dikeluarkan dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). "Untuk sangsi hukuman menjadi kewenangan aparat penegak hukum, dan kalau terbukti ada tindak pidana maka sewa gudang akan kami hentikan," kata Pamrihadi.

Baca Juga: Miris! Seorang Ibu Muda Lakukan Pelecehan Seksual di Tempat Main Play Station di Jambi!

Dari sejumlah pedagang yang menyewa gudang di PIBC, kata Pamrihadi, hanya satu pedagang yang ketahuan mencampur beras Bulog. Namun, jelasnya, Satgas Pangan akan memastikan kembali beras yang dicampur itu beras Bulog atau bukan.

"Pedagang yang mengoplos tidak membeli berasnya dari Food Station. Kalau melalui Food Station ada mekanismenya, pedagang wajib membuat surat pernyataan untuk tidak menjual di atas Rp8.900, tidak mencampur atau mengoplos dan tidak menyalahgunakan penyaluran beras bulog," kata Pamrihadi.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) melakukan sidak ke gudang milik PT Food Station Tjipinang Jaya di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (3/2/2023).

Baca Juga: Resep Tempe Lada Hitam, Rekomendasi Makanan Praktis dan Ekonomis di Akhir Bulan

Buwas menemukan karung beras impor ukuran 50 kilogram dan tumpukan karung beras ukuran kecil merek lokal.

Dugaan Buwas beras yang dipindahkan ke karung beras lokal lalu dijual seharga beras premium. "Ini beli dari saya Rp8.300, dipindahkan ke situ jadi Rp12 ribu. Dijual Rp12 ribu, karena dianggap ini adalah produksi dalam negeri," kata Budi Waseso.***

Sumber: metrotv.id

Editor: Galih R

Tags

Terkini

Terpopuler