Harga BBM Naik Turun, Kapal Wisata Labuan Bajo Terancam Mogok

- 30 Mei 2022, 17:13 WIB
Harga BBM Mencapai 20.150 Per liter, Kapal Wisata Labuan Bajo Banyak Bersandar.
Harga BBM Mencapai 20.150 Per liter, Kapal Wisata Labuan Bajo Banyak Bersandar. /ANTARA

PRIANGANTIMURNEWS- Harga bahan bakar minyak untuk industri bagi angkutan kapal wisata ke kawasan Taman Nasional Komodo dipatok oleh para pemilik banker kapal BBM dari Pertamina di Labuan Bajo dijual per liter mencapai Rp20.150 per liternya.

Harga tersebut dianggap terlalu tinggi sejumlah pemilik kapal di Labuan Bajo mengaku keberatan.

Ratusan kapal wisata di Labuan Bajo terancam akan melakukan aksi mogok secara besar-besaran karena ketentuan harga melampaui keputusan pemerintah pusat untuk harga BBM industri.

Baca Juga: Rating Drama 'My Liberation Notes' Tertinggi di Episode Terakhir,'Our Blues' Cetak Rekor Baru

Padahal rapat sebelumnya bersama Asosiasi Kapal Angkutan Wisata(ASKAWI), pihak kepolisian Syabandar Labuan Bajo memutuskan kenaikan harga BBM industri untuk kapal wisata hanya seribu rupiah berarti menjadi empat belas ribu perliter.

"Keputusan kenaikan harga dari 13 ribu menjadi 14.000 per liter BBM untuk kapal wisata semuanya harus membeli dari bunker kapal BBM yang ada di depan mulut Dermaga Labuan Bajo," sebut Riki Wahyu salah satu pemilik kapal wisata Selasa 30 Mei 2022.

Riki mengaku keberpihakan ini dirasa sangat mencekik para pemilik kapal wisata.

Menurut Riki, sebelumnya pernah disepakati beli BBM di SPBU bisa mengunakan drijen asalkan mengantongi surat rekomendasi resmi sehingga tidak ditangkap.

"Dan semua itu di penuhi oleh semua pemilik kapal. Kami seluruhnya juga kemungkinan akan melakukan aksi mogok masal hingga tuntutan kami di penuhi pemerintah," ucap Riki.

Sekretaris Askawi Andrica dikonfirmasi untuk kepastian ini akan dilakukan rapat bersama dengan pihak otoritas Sabandar Labuan Bajo dan pihak-pihak terkait, askawi akan menanyakan kebenaran dan kepastian harga yang dirasa sangat tinggi dan mencekik bagi pelaku usaha kapal angkutan wisata.

Andrika membenarkan karena kondisi ini sudah ada beberapa pemilik kapal ditangkap akibat membeli BBM menggunakan jerigen dan yang lainnya pemilik kapal dipaksa membeli dengan harga Rp20.150 per liter BBM.

Baca Juga: KASUS SUBANG TERBARU: Benarkah Yoris Hengkang dari Penasehat Hukumnya? Ada Apa Sebenarnya?

Ia juga mengaku jika tidak ada tolerir dengan perhitungan lain terkait harga maka Askawi akan melakukan aksi berupa mogok massal.

Bukti tersebut dialami oleh pemilik kapal Mymoon, Frans de Rosari saat membeli sebanyak 500 liter dirinya harus membayar lebih kurang sebanyak Rp. 10 juta,terang Andrika.***

Editor: Agus Kusnadi

Sumber: Twitter @almascatie


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah