Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Ngotot Menolak Tekanan untuk Tidak Membangun di Yerusalem

- 10 Mei 2021, 06:40 WIB
Kolase foto Benjamin Netanyahu dan Tindakan Brutal Polisi Israel saat Menyiksa Warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur
Kolase foto Benjamin Netanyahu dan Tindakan Brutal Polisi Israel saat Menyiksa Warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur /Twitter/@Reuters/

Pemerintah setempat pada saat ini masih dapat memiliki ruang bernafas untuk mencoba meredakan situasi yang mudah terbakar di Yerusalem, di mana kasus pengadilan dan gesekan selama bulan suci Ramadhan telah menyebabkan penyerangan brutal yang dilakukan Kepolisian Israel kepada warga Palestina.

Mahkamah Agung Israel pada hari Senin akan mendengarkan banding terhadap rencana penggusuran beberapa keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, yang merupakan sebuah daerah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.

Pengadilan yang lebih rendah juga telah mendukung klaim pemukim Yahudi atas tanah di mana rumah-rumah orang Palestina berada, di mana hal ini merupakan sebuah keputusan yang dilihat oleh Palestina sebagai upaya Israel untuk mengusir mereka dari tanah suci tersebut.

Baca Juga: Israel Semakin Kejam, Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa hingga Ratusan Orang Terluka

Namun dalam langkah hukum pada menit-menit terakhir, para pemohon meminta pengadilan untuk bisa meminta pendapat hukum dari Jaksa Agung Avichai Mandelblit, agar dapat membuka jalan bagi sidang hari Senin untuk ditunda dan kemungkinan dia bisa membantah penggusuran tersebut.

Seorang juru bicara Mandelblit mengatakan bahwa pengadilan setuju untuk menerima pengajuan di masa depan dari jaksa agung dan bahwa sesi baru akan dijadwalkan dalam 30 hari ke depan.

Diketahui juga sebelumnya, bahwa penyerangan brutal di Yerusalem Timur telah meluas menjadi bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di sekitar Al-Aqsa, masjid tersuci ketiga Islam, pada puncak bulan puasa Ramadhan.

Baca Juga: Arab Saudi dan UEA Mengutuk Keras Tindakan Otoritas Israel terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Apakah kekerasan lebih lanjut akan meletus juga dapat bergantung pada acara lain yang dijadwalkan untuk hari Senin - di mana pawai tahunan oleh pemuda Yahudi yang mengibarkan bendera Israel ke Kota Tua Yerusalem (yang sebagian besar penduduknya adalah warga Palestina) akan dilakukan pada hari tersebut untuk menandai apa yang dirayakan Israel sebagai reunifikasi Yerusalem pada tahun 1967.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki. Namun, sifat serakah Israel justru memandang semua kota sebagai ibukotanya, termasuk bagian timur yang dianeksasi dalam sebuah tindakan yang belum mendapat pengakuan internasional itu.

Halaman:

Editor: Agus Kusnadi

Sumber: REUTERS


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x