Para Cewek Harus Tahu! Pasca Lahiran Anak Pertama Secara Normal Cek Otot Dasar Panggul, Kenapa?

- 26 Maret 2024, 06:03 WIB
Ilustrasi ibu melahirkan.
Ilustrasi ibu melahirkan. /blankita_ua


PRIANGANTIMURNEWS - Melahirkan anak pertama secara normal adalah momen yang penuh dengan perasaan campuran: antara kegembiraan, kecemasan, dan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi bayi yang akan lahir.

Proses ini merupakan pengalaman alamiah yang menggugah, di mana seorang ibu merasakan kekuatan dan ketahanan fisiknya diuji secara maksimal.

Selama persalinan normal, ibu menghadapi serangkaian kontraksi rahim yang kuat untuk membantu mendorong bayi melalui jalan lahir.

Baca Juga: Cegah Macet Berjam-jam, Polri Evaluasi Buffer Zone Arah Pelabuhan Merak

Dalam proses ini, dukungan dan kehadiran pasangan atau orang yang dicintai sangat penting untuk memberikan ketenangan dan dukungan emosional.

Meskipun mungkin ada ketidaknyamanan dan rasa sakit, momen ketika seorang ibu akhirnya bertemu dengan bayinya adalah momen yang luar biasa.

Itu adalah saat di mana semua ketegangan dan rasa sakit terbayar dengan melihat wajah kecil yang baru lahir, yang membawa kebahagiaan yang tak terlukiskan.

Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr. Fernandi Moegni, menjelaskan pentingnya memeriksa dan menguatkan otot panggul bagi ibu yang baru hamil dengan melahirkan anak pertama.

Baca Juga: Tidur Yang Berkualitas dan Sehat Sesuai Usia, Agar Lebih Jelas Simak Yuk Disini!

Dalam sebuah diskusi kesehatan daring di Jakarta pada Senin, 25 Maret 2024, dia mengatakan bahwa tanpa perawatan, otot panggul bisa melemah, menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang mengganggu.

Saat hamil pertama, otot panggul dapat melemah sekitar 18 persen, sebab harus menopang janin selama 9 bulan. Setelah melahirkan, kerusakan otot bisa meningkat hingga 36 persen.

Proses melahirkan, terutama melalui persalinan normal, bisa memberi tekanan berat pada otot panggul karena mengejan untuk melahirkan bayi.

Selain itu, aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang berat atau olahraga tertentu juga bisa melemahkan otot panggul. Usia di atas 35 tahun saat hamil dan melahirkan juga meningkatkan risiko pelemahan otot panggul.

Baca Juga: Makna 'Marhaban Ya Ramadhan' Menurut Ustadzah Neng Lala Nurul Maula

Gejala pelemahan otot panggul tidak selalu terasa, tetapi bisa menyebabkan masalah serius seperti turunnya organ panggul atau sulit mengontrol buang air kecil.

Untuk mencegahnya, berbagai terapi telah dikembangkan, termasuk senam Kegel dan terapi sofa magnet yang bisa dilakukan di rumah sakit kandungan.

Senam Kegel direkomendasikan dilakukan tiap hari selama 3 bulan, sementara terapi sofa magnet dapat dilakukan 2 kali seminggu selama 2 bulan.

Dengan rutin melakukan latihan ini, otot panggul akan menjadi lebih kuat dan dapat mencegah kerusakan yang lebih serius.***

Editor: Rahmawati Huda

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x