Nelayan Curhat ke Menteri KKP, Penggunaan Jaring yang Merusak Lingkungan Masih Marak

- 15 Maret 2021, 06:20 WIB
Ilustrasi jaring nelayan
Ilustrasi jaring nelayan /Pixabay/Richard Revel/

Selain persoalan alat tangkap, dalam pertemuan dengan kalangan nelayan, Menteri Trenggono juga menyampaikan upaya perbaikan infrastruktur pelabuhan guna mendorong produktivitas nelayan, menjadi pembahasan.

Menanggapi keluhan para nelayan, Menteri KKP Wakyu Sakti Trenggono berjanji akan segera menindaklanjuti dengan memanggil kelompok nelayan pengguna alat tangkap garok dan pukat harimau.

Menurutnya persoalan ini harus segera diselesaikan karena bila dibiarkan dapat memicu membesarnya konflik sosial antar nelayan di Cirebon.

"Aspirasi yang datang kami tampung dan segera ditindaklanjuti ya Pak Dirjen (Perikanan Tangkap)," ujar Trenggono.

Baca Juga: Ugal-ugalan Naik Motor Konvoi di Jalan Raya, 15 Anak di Bawah Umur Diamankan Polisi

Kesempatan bertemu dengan menteri secara langsung, juga dimanfaatkan nelayan dengan meminta bantuan alat tangkap gillnet milenium dan kapal untuk dikelola kelompok nelayan.

Nelayan mengungkapkan, bantuan akan menunjang produktivitas nelayan dan penghasilan mereka bisa bertambah.

Menurut mereka, gillnet milenium ini ramah lingkungan karena mata jaringnya berukuran lebar mencapai 3 inchi.

Selain persoalan alat tangkap, keanggotaan asuransi nelayan turut menjadi pembahasan.

Baca Juga: Petani Mengeluh, Diserang Wereng Panen Padi Musim Rendeng Turun hingga 30 Persen

Halaman:

Editor: Muh Romli

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah