Pemerintah Selesaikan Pembangunan Tiga Bendungan untuk Tingkatkan Produktivitas Lumbung Pangan Nasional

24 Juni 2021, 20:11 WIB
Bendungan Kuningan, di Jabar. (Foto: Humas Kementerian PUPR) /Tangkapan layar setkab.go.id/

PRIANGANTIMURNEWS- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan tiga bendungan baru dan melakukan pengisian air awal (impounding) pada Juni 2021 guna untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Ketiga bendungan multifungsi yaitu
pertama Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

Kedua Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan ketiga  Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Berita Transfer Manchester United: dari Persetujuan dengan Jadon Sancho, hingga Masa Depan Eric Bailly

Ketiga bendungan yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN) bertujuan menambah tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke lumbung-lumbung pangan nasional terjaga.

“Pembangunan bendungan harus diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam setahun,” ujar Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja, dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Kamis 24 Juni 2021.

Tambahnya,  dengan dibangunnya bendungan serta bending dan kelengkapan jaringan irigasi yang bersumber dari bendungan diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan intensitas tanamnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Bahagia Bersamamu Oleh Haico Ven Der Veken dan Rangga Azof

Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi seluas 72.707 hektare di Daerah Irigasi (DI) Sekampung seluas 55.373 hektare dan menambah areal irigasi DI Rumbia Extension seluas 17.334 hektare.

Selain mendukung kebutuhan pangan di Lampung, bendungan dengan luas genangan sebesar 800 hektare ini juga dapat dimanfaatkan sebagai infrastruktur pengendalian banjir sebesar 185 meter kubik/detik karena terintegrasi dengan Bendungan Batutegi dan Bendungan Margatiga (on-going).

Bendungan itupun berpotensi sebagai penyedia air baku untuk Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2.482 liter/detik,  tenaga listrik sebesar 5,4 megawatt, serta menjadi objek wisata di Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga: Oknum Pegawai BPN Kota Tasik Diduga Melakukan Pelecehan Seksual

Dan untuk Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik dan luas genangan 169 hektare.

Pembangunan bendungan ini dipadukan dengan bangunan bendung dan jaringan irigasi Gilireng yang mampu mengairi areal persawahan seluas 8.510.

Sehingga berpotensi sebagai sumber air baku untuk empat kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 200 liter/detik, infrastruktur pengendali banjir wilayah hilir Sungai Gilireng sebesar 1.000 meter kubik/detik, pengembangan sektor perikanan air tawar dan pariwisata serta konservasi sumber daya air pada kawasan green belt.

Begitupun Bendungan Kuningan memiliki kapasitas tampung 25,9 juta meter kubik dengan luas genangan 221,59 hektare.

Baca Juga: Rusia Melepaskan Tembakan Peringatan Bom, Mengusir Kapal Perusak Inggris Keluar Perairan Krimea

Bendungan ini akan menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 3.000 hektare di beberapa daerah Jawa Barat bagian Timur dan sebagian untuk Jawa Tengah.

manfaat lainnya adalah menjadi sumber air baku bagi Kabupaten Kuningan sebesar 0,30 meter kubik/detik, mereduksi debit banjir sebesar 213 meter kubik/detik, dan potensi sebagai sumber tenaga listrik 0,50 megawatt.***

Editor: Muh Romli

Sumber: setkab.go.id

Tags

Terkini

Terpopuler